Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SAJAK-SAJAK PUISI INDAH CAK NUN (Emha Ainun Najib) YANG PENUH MAKNA DAN ARTI

 Hello…

Jumpa lagi dengan website https://www.sastralangit.xyz

Situs yang berisikan tentang konten sastra,salah satunya puisi.  Kali ini saya akan menuliskan puisi yang bertema tentang puisi cak nun. Semoga puisi ini ada manfa’atnya dan dapat menghibur hati para pembaca,syukur-syukur ini adalah sebuah puisi yang mewakili hati dan perasaan para pembaca sekalian.

    Cak nun,sebuah panggilan akrab dalam dunia seni khususnya sastra sangat tidak asing jika nama itu di sebut. Memiliki nama asli EMHA AINUN NAJIB suami dari Novia Kolopaking. Lahir di jombang Jawa Timur pada tanggal 27 Mei 1953. Dia anak ke empat dari 15 bersaudara. Mulai merintis berkesenian sejak Tahun 1970 hingga namanya menjadi besar sampai sekarang.  Berikut ini adalah beberapa karya nya yang sangat masyur dan asyik untuk di baca.

 

 


"MEMECAH MENGUTUHKAN"


Kerja dan fungsi memecah manusia

Sujud sembahyang mengutuhkannya

Ego dan nafsu menumpas kehidupan

Oleh cinta nyawa dikembalikan

 

Lengan tanganmu tanggal sebelah

Karena siang hari politik yang gerah

Deru mesin ekonomi membekukan tubuhmu

Cambuk impian membuat jiwamu jadi hantu

 

Suami dan istri tak saling mengabdi

Tak mengalahkan atau memenangi

Keduanya adalah sahabat bergandengan tangan

Bersama-sama mengarungi jejeak Tuhan

 

Kalau berpacu mempersaingkan hari esok

Jangan lupakan cinta di kandungan cakrawala

Kalau cemas karena diiming-imingi tetangga

Berkacalah pada sunyi di gua garba rahasia

 

 

"DOA SEHELAI DAUN KERING"


Janganku suaraku, ya Aziz

Sedangkan firmanMupun diabaikan

Jangankan ucapanku, ya Qawiy

Sedangkan ayatMupun disepelekan

Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah

Sedangkan kasih sayangMupun dibuang

Jangankan sapaanku, ya Matin

Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan

Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka

Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus

Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka

Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban

Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati

Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali

Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti

Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu

Sedangkan IbrahimMu dibakar

Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut

Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian

Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir

 

Wahai Jabbar Mutakabbir

Engkau Maha Agung dan aku kerdil

Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan

Engkau Maha Kuat dan aku lemah

Engkau Maha Kaya dan aku papa

Engkau Maha Suci dan aku kumuh

Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya

Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar

Rasul kekasihMu ma¨ªshum dan aku bergelimang hawa¨ª

Nabi utusanmu terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab

Wahai Mannan wahai Karim

Wahai Fattah wahai Halim

Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu

Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu

Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu

 

 

"DARI BENTANGAN LANGIT"


Dari bentangan langit yang semu

Ia, kemarau itu, datang kepadamu

Tumbuh perlahan. Berhembus amat panjang

Menyapu lautan. Mengekal tanah berbongkahan

menyapu hutan !

Mengekal tanah berbongkahan !

datang kepadamu, Ia, kemarau itu

dari Tuhan, yang senantia diam

dari tangan-Nya. Dari Tangan yang dingin dan tak menyapa

yang senyap. Yang tak menoleh barang sekejap.

 

 

 "KETIKA ENGKAU BERSEMBAHYANG"

 

Ketika engkau bersembahyang

Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan

Partikel udara dan ruang hampa bergetar

Bersama-sama mengucapkan allahu akbar

 

Bacaan Al-Fatihah dan surah

Membuat kegelapan terbuka matanya

Setiap doa dan pernyataan pasrah

Membentangkan jembatan cahaya

 

Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi

Ruku’ lam badanmu memandangi asal-usul diri

Kemudian mim sujudmu menangis

Di dalam cinta Allah hati gerimis

 

Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup

Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup

Ilmu dan peradaban takkan sampai

Kepada asal mula setiap jiwa kembali

 

Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri

Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali

Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira

Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya

 

Sembahyang di atas sajadah cahaya

Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia

Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya

Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun

 

Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah

Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika

Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang

Dadamu mencakrawala, seluas arasy sembilan puluh Sembilan

 

 

"IKRAR"

 

Di dalam sinar-Mu

Segala soal dan wajah dunia

Tak menyebabkan apa-apa

Aku sendirilah yang menggerakkan laku

Atas nama-Mu

 

Kuambil sikap, total dan tuntas

maka getaranku

Adalah getaran-Mu

lenyap segala dimensi

baik dan buruk, kuat dan lemah

Keutuhan yang ada

Terpelihara dalam pasrah dan setia

 

Menangis dalam tertawa

Bersedih dalam gembira

Atau sebaliknya

tak ada kekaguman, kebanggaan, segala belenggu

Mulus dalam nilai satu

 

Kesadaran yang lebih tinggi

Mengatasi pikiran dan emosi

menetaplah, berbahagialah

Demi para tetangga

tetapi di dalam kamu kosong

Ialah wujud yang tak terucapkan, tak tertuliskan

 

Kugenggam kamu

Kau genggam aku

Jangan sentuh apapun

Yang menyebabkan noda

Untuk tidak melepaskan, menggenggam lainnya

Berangkat ulang jengkal pertama

 

 

Mas Zul,Sastra Langit-85

 

 

Tag

 

Sajak-sajak Cak nun

Puisi Cak nun

Kumpulan puisi indah Cak nun

Sajak-sajak Emha Ainun Najib

Puisi indah Emha Ainun Najib

Puisi menyentuh jiwa Cak Nun

4 comments for "SAJAK-SAJAK PUISI INDAH CAK NUN (Emha Ainun Najib) YANG PENUH MAKNA DAN ARTI"