CERITA SINGKAT SEJARAH DESA SIDO LEGO,KARYA CICI SUMIATI,S.Sy
Hai sobat.....
Jumpa
lagi dengan website https://www.sastralangit.xyz
Situs
yang berisikan tentang konten sastra,salah satunya menulis cerita sejarah. Kali ini saya akan menuliskan cerita sejarah yang
bertema tentang sejarah singkat desa sido lego kecamatan tabir lintas kabupaten merangin provinsi jambi.
Semoga tulisan ini ada manfa’atnya dan dapat menghibur hati para
pembaca serta dapat menambah wawasan. Berikut cerita singkatnya
MENGINGAT DAN MENCINTAI SEJARAH DALAM MEMBANGUN DESA
Karya,Cici Sumiati,S.Sy
Desa sido lego merupakan salah satu desa yang
terletak di Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin
Provinsi Jambi. Secara geografis,Desa Sido lego memang tidak memiliki banyak
wilayah,namun Desa Sido lego memiliki jumlah penduduk yang cukup padat di banding dengan desa-desa
lain yang berada di Kecamatan Tabir Lintas,dan juga satu-satunya pasar yang ada di Kecamatan
tabir lintas berada di Desa Sido lego yang di kenal dengan nama pasar Mirasi.
Seiring berjalan nya waktu,Desa Sido lego mengalami banyak perubahan-perubahan baik itu dari sisi tatanan pemerintahan dan tatanan pembangunan. Sebelum ini,Desa Sido lego hanya memiliki beberapa dusun saja. Kemudian guna untuk pengembangan wilayah Adminitrasi,sekarang Desa Sido lego memiliki 4 dusun,yaitu dusun Sido Asri,dusun Lestari,dusun Sido Mukti,dan dusun Sido Asih.
Bicara
tentang pasar Mirasi,awal mula pasar itu bernama pasar Migrasi atau pasar Transmigrasi,karna itulah cikal bakal Desa
Sido lego yang menjadi program Pemerintah yang di bawa dari tanah jawa atau
beberapa masyarakat yang di Transmigrasikan dari tanah jawa.
Oleh sebab itu,penduduk Desa Sido lego mayoritas dan
kebanyakan dari tanah suku jawa. Supaya mudah penyebutan dan mempermudah pengucapan
pasar Transmigrasi itu di gubah dengan masyarakat
dengan sebutan pasar Mirasi.
Di
kutip dari berbagai nara sumber,Desa Sido lego terbentuk pada 55 tahun yang
lalu. Data ini di lihat mulai terbentuk nya pemerintahan desa. Kalau keberadaan
nya sendiri sudah ada sekitar tahun 1910-1930 an. Desa ini dulunya hanya
belukar ilalang,serta menjadi bertempat tinggal nya binatang buas,tidak heran
jika mendengar cerita para sesepuh dan tetua desa
ini,kalau waktu itu masih sering di temukan binatang buas seperti harimau dan
sebagainya. Dengan penuh keyakinan dan dengan alasan untuk bertahan
hidup,mereka para pendahulu dengan sabar melakukan perubahan demi perubahan
dengan melakukan becocok tanam walupun waktu itu keberadaan binatang buas ada
di mana-mana,dan tidak sedikit dari mereka yang menjadi korban binatang buas
itu sendiri.
Hari
berganti musim berubah dan tahun berlalu,mereka mulai berkembang biak dan
beranak pinak serta memiliki keturunan yang banyak,wilayah kependudukan sudah
mulai luas baik dari sisi perkebunan maupun tempat tinggal. Kemudian mulai lah
terbentuk sebuah perkampungan yang ketika itu di pimpin oleh kepala kampung yang di pilih oleh masyarakat kepada
seseorang yang di anggap bijak dan menjadi panutan serta memiliki ilmu yang
cukup untuk di jadikan tetua kampung. Inilah yang menjadi awal perubahan kampung
ini dengan adanya kepala kampung tentunya ada seseorang yang menjadi Delegator untuk berhubungan dengan pihak lain
terutama pada pemerintahan yang tingkat lebih tinggi. Berkat Delegasi ini
lah,mulai di adakan bercocok tanam padiyang lebih di kenal dengan persawahan.
Lalu mulai lah di bangun sebuah Dam yang menjadi sumber air untuk
mengairi persawahan masyarakat. Dengan program inilah pemerintah tingkat
Kabupaten maupun Provinsi mulai melirik perkampungan ini dan kemudian
perkampungan ini di resmikan menjadi sebuah Desa yaitu desa Sido lego. Hal ini pulalah
yang menjadi bangkit nya Demokrasi,sebab dengan di resmikan
nya wilayah pemerintahan menjadi sebuah desa,maka tentunya akan di pimpin oleh
kepala desa. Oleh sebab itu,untuk pemilihan kepala desa di lakukan secara pemilihan
umum. Dalam catatan sejarah,desa sido lego sampai sa’at ini telah di pimpin
oleh kepala desa sudah mencapai kurang lebih 7 atau 8 kali pergantian kepala
desa. Tentunya dari setiap kepala desa yang telah memimpin memiliki lebel atau
produk yang melekat pada masyarakat desa sido lego khususnya.
Waktu
memang selalu meninggalkan jejak sejarah,baik itu sejarah yang berasal dari
unsur intern maupun ekstern. Akhirnya,karna kepentingan politik dan
pengembangan wilayah Adminitrasi yaitu proses pengembangan wilayah
kecamatan,desa sido lego harus berpisah dengan beberapa desa yang lain nya.
Dulunya desa sido lego menjadi keluarga serumpun dengan Margoyoso. Margoyoso
sendiri terdiri dari Sembilan kampug,yaitu kampung I sampai dengan kampung 9.
Dan sido lego sendiri memiliki nama kampung 3. Kemudian dengan kepentingan
tersebut,desa sido lego harus memisah kan diri dari keluarga kampung
nya,sehingga desa sidolego sendiri berada dalam wilayah Adminitrasi Kecamatan
Tabir Lintas yang terdiri dari 5 desa,yaitu desa sido lego,desa koto baru,desa
mensango,desa tambang baru dan desa sido harjo. Tak heran jika nama kecamatan
Tabir Lintas di sebut dengan nama itu,karna secara geografis Kecamatan Tabir
Lintas sendiri berada pada jalur lintas Sumatra.
Itulah
sejarah,selalu meninggalkan sejarah cerita baik duka maupun suka. Sejarah ada
karna sebuah pengorbanan dan pengorbanan itu sendiri membutuhkan luka dan air
mata. Sekarang secara pemerintahan dan secara Adminitrasi,desa ini telah
berusia 55 tahun. Tentunya sudah banyak cerita dan sejarah serta lika liku
perjalanan. Dari jejak tapak tilas kepemimpinan
pemerintahan Desa sido lego cukup mencatat peristiwa-peristiwa yang terekam
dalam benak masyarakat sidolego maupun masyarakat luas. Tentunya hal inilah
yang memicu semangat pemimpin yang baru untuk melakukan perubahan-perubahan.
Desa sido lego sekarang secara Adminitratif memilik 4 dusun dan 16 Rt. Karna
wilayah ini secara pemerintaha nya adalah desa,maka tidak memiliki Rw.
Adapun
peninggalan-peninggalan masa lalu yang belum dapat di kisah kan dalam tulisan
ini,karna waktu dan kondisi yang tidak memadai untuk mencari data. Salah satu
nya adalah Dam sungin atau biasa di kenal dengan
waduk sungai bungin yang terletak pada jalan poros
margoyoso tidak jauh dari simpang jelita. Adapun peninggalan yang lain yaitu
sebuah sumur,yang masyarakat setempat menyebut nya sumur dandang yang berada
pada wilayah dusun I atau dusun sido asri.
Demikian
catatan singkat tentang sejarah desa sido lego
semoga dapat menambah wawasan dan informasi untuk masyarakat dan pembaca.
Mas Zul,Sastra Langit-85
Ini cici bendahara desa Sido lego ya mas?
ReplyDeleteiya betul...
ReplyDelete