Cerpen tentang cinta terpendam dalam hati yang sedih
Hello…
Jumpa
lagi dengan website https://www.sastralangit.xyz
Situs yang berisikan tentang konten sastra,salah satunya cerpen. Kali ini saya akan menuliskan cerpen yang bertema tentang cinta terpendam. Semoga puisi ini ada manfa’atnya dan dapat menghibur hati para pembaca,syukur-syukur ini adalah sebuah cerpen yang mewakili hati dan perasaan para pembaca sekalian. Berikut cerpen nya
"DIAMKU MEMENDAM RASAKU"
Karya, Elliyas Zulkifli
Namaku Sarah,aku asli orang jawa. Aku sekarang kuliah di universitas
ternama. Dan itupun dasar Rekomen dari teman-temanku kemudian di turuti oleh
orang tua ku. Aku ambil jurusan/fakultas
ekonomi,walau sebenarnya itu bukanlah jurusan yang aku senangi. Ini
sudah masuk aku pada semester 5,dan
sebentar lagi aku akan segera meninggalkan kampus ini.
Siang itu sungguh
terik,aku duduk di sebuah batang yang sedikit rindang agar keadaan tubuhku
stabil. Tiba-tiba datang seorang lelaki dan menyapa
“ Hai sarah”
Dengan sedikit terkejut ku balas sapaan itu
“Hai juga jawab ku”
Rupanya Anton,seorang pria yang tak lama ini aku mengenalnya. Dengah
menawarkan sebuah minuman juice lalu ia duduk di sampingku.
“lagi mikirin apa nih,kok melamun saja.mikirin cowoknya ya?”
Aku tidak menjawab apapun dari
pertanyaan itu. Aku asik meneguk minuman juice yang di berikan Anton tadi. Dan
kamipun mulai dengan obrolan panjang lebar dengan tema yang berganti-ganti. Tak
terasa sejam sudah pertemuan ini,kemudian Anton permisi untuk masuk kelas karna
ada mata kuliah lagi.
“udahan dulu ya ngobrol nya,lain waktu kita sambung lagi” ujar Anton dan
kemudian ia bergegas meninggalkan tempat ini. Jujur jika aku dekat dengan dia
apalagi bisa ngobrol dan bercanda sudah membuat aku nyaman dan bahagia.
Semenjak mengenal dia beberapa bulan yang lau,membuat aku tak tenang,terkadang
aku bertanya pada diriku sendiri. Apakah aku menyukainya? Apa aku mengagumi
nya? Atau bahkan aku mencintainya? Akhhhh...entahlah.
Anton adalah mahasiswa
fakultas sastra,mungkin karna itu dia punya sikap lembut dan tidak arogan.
Tidak seperti mahasiswa umumnya. Dan kemungkinan itu pula aku
mengaguminya,iya...hanya sebatas mengagumi. Semua itu mampu kupendam walau
sebenarnya sungguh menyiksa.
Waktu berjalan dan
detik berlalu,t’lah tiba masa akhir kuliah,kekhawatiraku semakin mencekam
hatiku,karna tak akan ku temui lagi sosok Anton. Dan itu benar adanya,semua
berjalan sangat singkat. Tak ada lagi suasana dimana aku saling bercanda dengan
nya. Walau kini sudah tak lagi kuliah aktif,namun ada sesekali urusan ke
kampus. Dan kerap ku sempatkan datang dan duduk di mana ada canda tawa. Di
tempat itulah di bawah rindang dedaunan kunikmati seraut bayang bersama rasa
yang terpendam,rasa yang tak tersampaikan dan rasa yang penuh misteri.
Bagus cerpen nya..
ReplyDeleteBikin baper...