Cerpen percintaan yang sedih membuat air mata menetes
Hello…
Jumpa
lagi dengan website https://www.sastralangit.xyz
Situs
yang berisikan tentang konten sastra,salah satunya cerpen. Kali ini saya akan menuliskan cerpen yang
bertema tentang percintaan.
Semoga cerpen ini ada manfa’atnya dan dapat menghibur hati para
pembaca,syukur-syukur ini adalah sebuah cerpen yang mewakili hati dan perasaan
para pembaca sekalian. Berikut cerpen nya
“TERSEKAP
KENANGAN INDAH”
Oleh,Elliyas
Zulkifli
Pria itu bernama Rendi,pria yang berasal dari
Jambi . Sudah lima(5) pekan dia berada di sisi istrinya yang terbaring dengan
lengan di infus serta selang oksigen yang tak lepas dari lubang hidung. Sakit
yang di derita istrinya begitu pilu,sehingga dirinya harus berteman dengan air
mata setiap sa’at. Usia pernikahan nya begitu sangat belia. Retno gadis yang
berasal dari Jawa tepatnya di kota Malang menjadi pelabuhan cinta terakhir nya.
Suka duka mereka lalui bersama dalam canda tawa yang menghiasi perjalanan
hidup.
“Bentar mas,saya mau
cek keadaan istrinya” sapa seorang Dokter yang mencoba membuyarkan lamunan nya.
Seperti biasa,Rendi selalu mengawasi bagaimana Dokter menangani istrinya. Dia
memastikan agar ada perubahan pada kesehatan istrinya. Setelah Dokter itu
selesai,segera ia menghampiri istrinya.
“gimana keadaan aku mas,apa kata dokter?” tanya istrinya terbata-bata.
“ udah...sekarang kamu istirahat aja,jangan mikir macem-macem. Kata Dokter
kesehatan kamu berangsur membaik kok” kata Rendi sambil memegang jemari tangan
nya,untuk meyakin kan istrinya. Padahal ia sangat tau persis bahwa kesehatan
istrinya tidak ada perubahan justru semakin memburuk itulah alasan ia berbohong
pada istrinya,karna ia tidak ingin situasi semakin memburuk.
Waktu terus beranjak
meninggalkan cerita,hanya pasrah pada Tuhan dan menanti keajaiban akan
kesehatan orang yang di cintainya lewat do’a-do’a yang di panjatkan pada
Arsy,karna ia yakin Tuhan selalu mendengar pinta Hamba-Nya. Pagi itu sekitar
mendekati subuh antara percaya dan tidak percaya,didapati nya kabar dari Rumah
Sakit bahwa istrinya tak dapat di selamatkan. Hal itu membuatnya terpukul,Rendi
yang selama ini tegar menantang hidup harus rapuh serapuh-rapuhnya. Tak bisa di
bayangkan bagaimana harus menjalani hidup tanpa orang yang di cintai.
Kini waktu tak kenal lagi
dengan kata toleransi,sudah di lalui oleh Rendi selama 6 (enam) tahun hidup
dalam kesendirian. Waktu tidak memandang apakah ia sedih atau tidak,tugas nya menghantar
hari ini untuk esok dan meninggalkan hari kemarin sebagai kenangan. Kesendirian
tengah mengajarkan dan menunjukkan apa arti dari kesetiaan. Dan ia pun
sadar,bahwa kesetiaan itu memang ada nyata. Orang semakin mengatakan bahwa
kesendirian yang di jalani nya adalah sebuah hal terbodoh. Justru jiwa dan hati
semakin lantang berkata,bahwa dengan kensendirianlah caranya untuk agar dapat
menyempurnakan cinta dan kesetiaan.
SEKIAN
Sastra
Langit-85
Tags
Cerpen sedih tentang percintaan
Cerpen sedih tentang suami istri
Cerpen cinta yang membuat menangis
Cerpen sedih tentang percintaan terbaru
Cerpen percintaan dan kesetiaan
Cerpen tentang kesetiaan
Cerpen percintaan yang indah
ini ada kisah asli dalam kehidupan nyata atau hanya fiksi mas?
ReplyDeletesedih dan mengharukan alur ceritanya...
seperti film india saja ceritanya....tapi gak bosen sy mmbacanya
ReplyDeleteEngkau jasad yang telah menutup mata..tapi setidaknya rohmu masih melihatku berdoa
ReplyDeleteKangen cinta Rendi disampaikan lewat doa
Apakah kita akan bersama lagi Rendi?
Ya nanti ketika aq(Rendi) tak bernafas lagi
Tunggu aq
terimakasih atas kunjungan nya...semoga setiap kata pada kisah dapat mewakili para pembaca.
ReplyDeleteSALAM SASTRA