Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerpen sedih tentang kehidupan keluarga sehari-hari

IBU…….AKU LAPAR

Karya, Elliyas Zulkifli



Orang tua mana yang tak ingin anak nya bahagia,dan apapun akan di lakukan sang orang tua untuk anak nya. Demikian juga yang terjadi pada kumar,seorang ayah yang berkerja serabutan,jangan kan untuk menyimpan uang sebagai tabungan,bisa makan hari itu saja alhamdulillah. Apa yang di dapat hari itu,habis juga di hari itu,dan ini berlangsung entah kapan usai nya.

Ketika itu musim penghujan mengguyur desa sido lego,jangan kan untuk bekerja mencari nafkah,keluar rumah saja membuat tubuh warga enggan beranjak. Tapi tidak seperti hal nya bapak kumar,apapun akan di tempuh untuk memberi nafkah keluarga agar tetap bertahan hidup,meski hari itu hujan seperti tak akan berhenti. Bergegas lah kumar sang ayah mengguyur kan tubuh nya di sela rintik hujan untuk mencari rezky.

“ibu….ayah mana…? Tanya raju kepada sang ibu

          “ ayah kerja nak,sebab kalau ayah tidak bekerja kita tidak makan” sambil membawa ember tempat di mana biasa meletak kan beras,sang ibu melanjut kan lagi “ lihat,beras pun kita tak punya lagi nak,tak tau apa kita dapat makan atau tidak hari ini”

“hujan begini ayah kerja? Apa ayah tidak kedinginan? Terus kalau ayah sakit yang cari makan untuk kita siapa bu?” perkataan polos dan lugu raju membuat mata sang ibu menitik kan air mata nya,dan tak tau entah berapa rinai air mata yang sudah tertumpah mengiringi perjalanan hidup keluarga itu.

Waktu sudah menunjuk kan pukul 11 siang,kecemasan dan rasa perih sudah bersemayam dalam perut sang anak. Masih dalam pangkuan sang ibu,raju dengan rasa kantuk bercampur perih di perut nya mengutara kan pernyataan

“Ibu………..a..ku… la…pa…rrrr…” getar bibir raju terbata mengucap kan nya. Sambil mengusap rambut raju sang ibu turut terbata berkata “ sabar nak…,sebentar lagi ayah pulang membawa makan untuk kita” Nafas nya tersengal,lalu butiran air mata nya pun menitik di atas kening raju. “ ibu kenapa menangis…?” kau masih kecil nak,banyak yang tak kau ketahui tentang hidup,nanti kau dewasa kelak akan menemui rasa seperti yang ayah ibu mu alami. Kini yang kau tau apa yang kau butuh kan ada,dan ayah mu dengan tangguh akan mencukupi nya. Ucap sang ibu dalam hati dengan isak tangis yang tak kan pernah di fahami raju makna akan isak itu,dan raju terlalu kecil untuk mengetahui itu. Maka sang ibu memilih menikmati tangis lirih nya.

“Tok tok tok…..”…bunyi suara ketukan pintu..” Assalamuallaikum…ayah pulang….” Bergegas raju dan ibu berdiri menyambut pak kumar yang pulang dengan membawa bingkisan yang berisi nasi beserta lauk nya. Kemudian mereka pun dengan canda tawa menikmati apa yang yang sudah Tuhan berikan hari itu. Dengan mengamati anak istri nya melahap makanan,dalam hati pak kumar berbisik “ Tuhan tak tidur,Tuhan selalu mendengar do’a hamba Nya selagi usaha masih di genggam erat….”

                          SEKIAN

(Mas zul,Sastra Langit-85)


4 comments for "Cerpen sedih tentang kehidupan keluarga sehari-hari"

  1. 😢😢😢😢
    Sedih sekali ceritanya.....

    ReplyDelete
  2. DUH....
    SEPERTI MELIHAT DALAM KEHIDUPAN NYATA

    ReplyDelete
  3. hmm..bisa aja mas ni...
    bikin karya tulis yang bisa buat orang senyum senyum sendiri
    ermasuk saya..hehehehe...

    ReplyDelete