Cerpen cinta sedih "PESAN DARI SENJA" YANG MENGURAS AIR MATA.
" PESAN DARI SENJA"
Karya ,Elliyas Zulkifli
Senja itu kau berjanji untuk menemui ku lewat pesan singkat. Bergegas aku merapikan tempat tidur ku karna memang kondisi badan ku kurang sehat,seharian aku tidak keluar rumah,lalu bersiap untuk pergi ke tempat biasa kita bertemu
“hai..”
sapa yang tak asing oleh telinga ku
“hai
juga…” jawab ku
“Lama
nunggu?” terus nya
“nggak
juga”lanjut ku
Mata kami pun saling bertatap,tak banyak kata yang kami ucap kan. Riuh suasana angin sore membuat kami hanyut dalam suasana. Tak sadar genangan air pada mataku menitik sendiri nya,entah apa yang membuat ku seperti ini,aku begitu cengeng.
“kenapa
menangis? Apa yang
harus di tangisi? Semua ini takdir,sekeras apapun kita berusaha,Tuhan lah
menentukan bagaimana nya. Tertuang pun seluruh air mata mu pada danau ini,tak
kan bisa merubah keadaan apa
lagi meluluh kan hati kedua orang tua mu. Aku bukan lelaki terbaik untuk anak
nya,aku bukan lelaki yang mereka harap,aku sadar itu. Apa kita harus melawan
arus demi ego?”
Kalimat
yang di keluar kan iyan membuat ku diam,dan semakin larut aku dalam isak ku. Di
ambil nya kepala ku dan disandar kan pada pundak nya dengan lembut di usap kepala ku dan
sesekali di belai nya rambut ku.
“aku
tak habis fikir yan,apa sih yang ada dalam fikiran meraka,apa mereka tidak
ingin melihat anak perempuan nya
bahagia? Sempat aku berfikir untuk melawan semua ini,bahkan ingin aku lari
bersama mu…” tak sempat ku lanjut kan kalimat ku telunjuk
iyan segera menutup mulut ku.
“sssssttttt…! apa dengan semua itu akan membuat kondisi membaik? Tidak,tapi akan mempekeruh kan saja” kata iyan dengan suara terbata dan mata yang berkaca kaca. Kemudian melanjutkan “ kita cukup bersyukur dengan semua ini,kita masih di beri waktu menikmati kebahagiaan yang tak sepenuh nya sempurna,aku bahagia,aku ikhlas,dan aku sungguh manikmati masa ini. Sekalipun kita tak bisa bersama,setidak nya kita pernah lalui bersama masa bahagia yang di berikan Tuhan
Itu
lah terakhir kali pertemuan ku dengan iyan,lelaki yang pernah merajut tali
kasih lebih dari 5 tahun,yang akhir nya kisah kami pupus oleh keangkuhan orang
tua ku. Aku tidak menyalah kan sepenuh nya orang tua ku,karna ku yakin apa yang
di lakukan orang tua pasti selalu yang terbaik untuk anak nya. Semenjak itu iyan
pergi ke jawa dan melanjut kan study nya. Kami putus komunikasi,dan kabar pun
kami tak pernah tau. Tapi,kekuatan cinta tetap menyatu kan hati kami walau
jasad tak menyatu.
Senja itu meninggal kan puing-puing
rinai air mata,senja itu menyisa kan kisah tak sempurna,senja itu sebagai saksi
kedua insan saling mencintai yang tak mungkin menyatu,dan senja itu selalu
menyampaikan kerinduan mu pada ku seperti halnya aku.
SEKIAN
(Mas zul,Sastra Langit-85)
Pesan dari senja....
ReplyDeleteDalam makna...
sedih banget puisinya.....
ReplyDeleteKaren dan sedih banget cerpen nya...
ReplyDeleteduh....ceritanya bikin mewek....
ReplyDeletesedih banget cerpen nya....sukses selalu mas...
ReplyDelete