CERPEN SEDIH TENTANG AYAH TERBARU BIKIN NANGIS,Karya Elliyas Zulkifli
Hello sobat sastra…
Jumpa lagi dengan Situs yang berisikan tentang konten sastra,salah satunya cerpen. Kali ini saya akan menuliskan cerpen yang bertema tentang seorang ayah . Semoga cerpen ini ada manfa’atnya dan dapat menghibur hati para pembaca,syukur-syukur ini adalah sebuah cerpen yang mewakili hati dan perasaan para pembaca sekalian. Berikut cerpen nya
SELAMAT
JALAN AYAH
Karya,Elliyas
Zulkifli
Hari itu menjadi hari yang begitu
sangat berkabung,sebab perjuangan seorang ayah yang bertahan dalam berjuang
melawan sakit beberapa hari harus berakhir ketika seorang dokter menyatakan
bahwa detak nadi sang ayah sudah tak berdenyut lagi. Juga semua seluruh organ
tubuh sudah tak lagi dapat merespon,artinya nyawa sudah tak lagi berada dalam
jasad itu.
Sa’at itu hari senin 14
februari,suasana masih harmonis dan tak ada tanda apapun. Sang ayah masih
berbaring di ruangan dengan selang oksigen masih terus berada pada lubang hidung
nya. Nafas nya masih ada walau tersengal dan terbata. Ruangan itu masih seperti
hari-hari kemarin,canda tawa dan barbagai cerita terus mengalir bagai cucuran
air penuh tawa,sebuah bentuk bahwa keadaan dan suasana baik-baik saja.
Anak-anak kecil yang tak lain cucu-cucunya pun masih dengan kepolosan dan
keluguan nya,riang bermain kesana kemari sesekali meminta di belikan jajan ibunya
yang tak lain anak perempuan nya. Semua benar-benar sangat nyaman dengan
harapan penuh sang ayah dapat sembuh dari komanya dan dapat kembali berkumpul
dengan penuh bahagia.
Sudah tiga hari sang ayah tak sadarkan
diri,kondisinya masih seperti hari-hari kemarin terbaring dan terus berjuang
sepenuh tenaga untuk kesembuhan,begitu pula dengan anak perempuan dan dua anak
laki-lakinya serta saudara yang lainnya. Dibawanya sang ayah ke sebuah rumah
sakit tak lain adalah sebuah usaha untuk mencari obat dan sebuah ikhtiar supaya
sang ayah bisa mengakhiri sakitnya sehingga dapat lagi merajut hari penuh
bahagia kembali bersama keluarga.
Ketika itu,jam menunjukkan hendak
mendekati waktu Ashar,suasana ruangan seketika menjadi tegang dan berubah dari
suasana sebelumnya. Sang ayah tiba-tiba bereaksi dengan bernafas semakin tak
beraturan,seketika pula suara tangis pecah mengisi ruangan rumah sakit itu.
Semua panik,gundah,gelisah dan perasaan yang satu dengan yang lainnya sangat
penuh kecemasan. Ucapan sholawat dan pujian pada Allah terlantun sesaat itu
pula,terlihat juga seorang anak laki-lakinya memberikan bimbingan dengan
membisikkan kalimat syahadat di telinga sang ayah. Suasana semakin tak
karu-karuan,pecah suara tangis pada anak permpuannya semakin menjadi,ketika
nafas sang ayah perlahan dan penuh tenang lambat laun mereda dan seakan hendak
berhenti. Sontak suara
“dokter…dokter..dokter..tolong lihat ayah saya
dok,cepat dok”
Suara anak
laki-lakinya,bergegas sang dokter menuju ruangan dan mempersiapkan segala
keperluan medis untuk memeriksa kondisi sang ayah.
Setelah melakukan pemeriksaan beberapa
menit
“tubuh
ayah sudah tak merespon,detak jantung nya sudah berhenti”
ucap dokter itu. Dengan masih memegangi pergelangan tangan ayah,dokter itu
dengan terbata-bata penuh keharuan melanjutkan ucapannya“nadi nya juga berhenti”
Spontan suasana
menjadi lebih sangat mengharukan,suara tangis terdengar dari semua yang ada di
ruangan.
Inalillahi
wainailaihi riji’un,selamat jalan ayah…surga menantimu…..
SEKIAN
Sastra
Langit-85
Tags
cerpen kehilangan sosok ayah
cerpen tentang ayah yang sudah meninggal dunia
cerpen tentang ayah yang sedang sakit
cerpen ayah pulang
cerpen ayah pahlawanku
cerpen rindu ayah

rindu ayah....
ReplyDelete