PUISI TUKANG BECAK YANG MENYENTUH HATI,Karya Elliyas Zulkifli
Hello sobat sastra…
Jumpa lagi dengan website https://www.sastralangit.xyz
Situs yang berisikan tentang konten sastra,salah
satunya puisi. Kali ini saya akan menuliskan puisi yang bertema tentang seorang tukang becak. Semoga puisi ini ada manfa’atnya dan dapat menghibur hati para
pembaca,syukur-syukur ini adalah sebuah puisi
yang mewakili hati dan perasaan para pembaca sekalian. Berikut puisi nya
“HIDUP
ADALAH PERTANYAAN BESAR”
Karya,Elliyas
Zulkifli
Topi lusuh di atas kepalamu di bawah teriknya
mentari
Handuk yang tak lagi berwarna putih
Setia menggantung di kedua pundakmu
Serta dengkul kaki yang tak lagi kokoh
Terus berpacu dengan waktu
Membuktikan dengan hebatnya tentang gelisah
kehidupan
Hidup terus berjalan tanpa berhenti sedetikpun
Perut perlu makan dan itu yang membuatnya bertahan
Melawan arus kerasnya jalan kehidupan
Hanya untuk beberapa butir beras
Yang lalu di tanak untuk di makan bersama keluarga
Hidup adalah salah satu pertanyaan besar
Dan jawabnya adalah bertindak untuk mewujudkan
Jika kita diam,sama hal nya membiarkan pertanyaan
Menjadi sebuah resah yang tak terjawab
Hingga membuat jiwa dan diri menjadi manja
Ternina bobokan oleh angan-angan yang teramat
tinggi
Ketangguhan mu adalah kebahagiaan bagimu
Ketangguhan mu adalah kado terindah bagi keluargamu
Sebab hidup tak cukup teori dan berkata-kata saja
Tanpa bertindak itu sama saja bohong dan nol besar
Becak tua itu terus kau kayuh
Meski andaipun ia berkata,ia pun telah letih
Namun yang dia tau hanyalah menjalani takdir
Takdir yang sudah di tetapkan oleh Tuhan
Becak tua itu terus kau kayuh
Dia lah yang menjadi saksi bisu
Dimana seorang laki-laki tangguh sedang berjuang
dengan cinta
Bertahan untuk agar bisa tetap hidup
Becak tua itu terus kau kayuh
Kau kayuh tanpa lelah…
Sastra
Langit-85
Tags
puisi seorang tukang becak
sajak tukang becak
puisi tentang tukang becak
puisi tentang seorang tukang becak
balada tukang becak
sajak becak
puisi becak

Post a Comment for "PUISI TUKANG BECAK YANG MENYENTUH HATI,Karya Elliyas Zulkifli"