Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PUISI TENTANG COVID-19 YANG MENYENTUH HATI DAN JIWA

 Hello…

Jumpa lagi dengan website https://www.sastralangit.xyz

Situs yang berisikan tentang konten sastra,salah satunya puisi.  Kali ini saya akan menuliskan puisi yang bertema tentang covid 19. Semoga puisi ini ada manfa’atnya dan dapat menghibur hati para pembaca,syukur-syukur ini adalah sebuah puisi yang mewakili hati dan perasaan para pembaca sekalian. Berikut puisinya




“NEGERI KU MENCEKAM”

Karya,Elliyas Zulkifli

 

Negeriku mencekam

Tak lagi tawa terdengar riuh

Tak lagi senyum menghiasi hari

Tak lagi kekeluargaan terjalin erat

Semua bungkam beribu-ribu kata

Hidup serasa di suasana kota tua

Ya...kota tua yang telah mati di tinggal para penghuni nya

Bahkan tak seekor binatang pun sudi bertahan

Semua merasa enggan karna negeri ku menjijikkan

 



Wabah ini sungguh sangat meluluh lantak kan

Wabah ini sungguh sangat memporak porandakan

Sisi keharmonisan dan kekerabatan

Adat,budaya ,ekonomi serta sisi kehidupan seakan lenyap seketika

Seperti tak pernah ada sebelumnya

 

Di sudut kota itu

Ada  jerit tangis anak kehilangan bapak

Ada perempuan kehilangan suami

Ada beberapa orang sedang meratap di atas kuburan

Menaburkan beberapa rupa bunga

Mawar merah dan melati putih

Bunga yang di petik dari tangisan pilu

 

Negeriku semakin mencekam saja

Jasad-jasad tak terhitung berapa  yang dikebumikan

Nyawa seperti tak ada lagi harganya

 

Pertanyaan besar mengganggu fikiran

Pertanyaan besar berlalu lalang mencari jawab

Siapa...siapa...siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini?

 

Negeri ku semakin hari semakin mencekam

 

Mas Zul,Sastra Langit-85


    Kepada pembaca yang terhormat dan budiman,jika ingin melihat puisi di atas dalam bentuk versi video,silahkan klik video di bawah ini :

 


Tag

Puisi tentang Covid-19

Puisi wabah Covid-19

Puisi sedih tentang Covid-19

Puisi pilu tentang Covid-19

Sajak tentang Covid-19

Post a Comment for "PUISI TENTANG COVID-19 YANG MENYENTUH HATI DAN JIWA"