Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Puisi untuk ayah tercinta

Hello…

Jumpa lagi dengan website https://www.sastralangit.xyz

Situs yang berisikan tentang konten sastra,salah satunya puisi.  Kali ini saya akan menuliskan puisi yang bertema tentang seorang ayah. Semoga puisi ini ada manfa’atnya dan dapat menghibur hati para pembaca,syukur-syukur ini adalah sebuah puisi yang mewakili hati dan perasaan para pembaca sekalian. 

Puisi adalah sebuah ungkapan perasaan yang sangat lembut,suara nya merdu yang bisa di peruntuk untuk ayah,ibu,kakak ,adik,kakek,nenek dan seterusnya. Berikut di bawah ini ada sebuah puisi untuk ayah yang semua tersusun rapi dalam bentuk puisi.


AYAH.....

Karya,Elliyas Zulkifli


Aku ingat sekali di masa kecil ku

Kau angkat tubuh mungil ku

lalu kau duduk kan aku di atas pundakmu



Kau adalah ibarat embun pagi yang mengantar sejuknya pada kehidupan

Dan kau tegar,kuat serta menjalani nya penuh dengan cinta

Tak layu dan tak rapuh


Cinta yang kau ajarkan pada ku sungguh penuh makna

Hingga bagaimana dunia ini bertekuk lutut dan sangat tak berarti


Hidup seperti buih di hamparan laut luas

Terombang-ambing mencari tujuan hakiki

Setidak nya aku ada beberapa ilmu untuk ku taklukan dunia.

Bekal yang kau titipkan padaku

Untuk menjalani kehidupan dunia yang sombong,angkuh dan Aragon


    Demikian contoh Puisi untuk ayah tercinta semoga dapat menumbuh kan rasa cinta yang mendalam terhadap sosok seorang ayah.


Tag:

Puisi tentang ayah tercinta

Puisi untuk ayah 2021

Puisi untuk ayah terbaru

Puisi untuk ayah tersayang

Puisi ayah yang tersayang

Puisi ayah terbaru 2021

Puisi ayah paling indah

puisi ayang paling romantis



Sastra Langit-85

8 comments for "Puisi untuk ayah tercinta"

  1. Gara-gara baca puisi ini jadi rindu dengan ayah... 😒😒😒

    ReplyDelete
  2. Puisi nya mewakiliπŸ‘πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  3. Ayah adalah super Hero yang nyata dalam kehidupan...πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

    ReplyDelete
  4. Semoga para ayah di berikan kesehatan agar dapat memenuhi nafkah keluarga...

    ReplyDelete
  5. Ayah...
    Dalam hening sepi kurindu....πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

    ReplyDelete